Sunday, February 22, 2026

Pesantren Ramadhan dan Bimbingan Rohani Inklusif: Menguatkan Karakter, Menebar Inspirasi di SD Inpres 2 Gio

Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa dalam dunia pendidikan. Bukan sekadar bulan ibadah, Ramadhan adalah ruang pembelajaran karakter yang sangat kuat—tentang kedisiplinan, kepedulian sosial, pengendalian diri, serta pembentukan akhlak mulia.

Di tengah suasana penuh berkah ini, sekolah memiliki peran strategis untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar menyentuh aspek spiritual, moral, dan sosial peserta didik secara lebih intensif dan terarah.

Berangkat dari semangat tersebut, SD Inpres 2 Gio menyelenggarakan Pesantren Ramadhan dan Syiar Syair Ramadhan yang dirancang secara inovatif dan inklusif, selaras dengan visi sekolah:

“Menuju Sekolah yang Inovatif dan Inklusif”

yang dirangkum dalam motto kebanggaan sekolah:
INSPIRASI (Inovatif, Inklusif, Potensial, Religius, Aktif, Sinergi, Inspiratif).

Mengapa Pesantren Ramadhan Penting di Sekolah Dasar?

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai religius sejak dini. Pada usia sekolah dasar, anak-anak berada pada fase emas pembentukan karakter. Kebiasaan yang dibangun hari ini akan menjadi fondasi kepribadian mereka di masa depan.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan, peserta didik tidak hanya belajar teori agama, tetapi juga:

  • Membiasakan praktik ibadah secara benar.

  • Melatih kedisiplinan waktu.

  • Mengembangkan empati dan kepedulian sosial.

  • Menumbuhkan sikap toleransi dalam keberagaman.

Kegiatan ini juga mengacu pada Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong Nomor 400.3.5.3/336/DISDIKBUD tanggal 11 Februari 2026 tentang Penyampaian Kegiatan Pembelajaran di Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M, serta selaras dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Sekolah Inklusif: Semua Siswa Tetap Terlayani

Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas, kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik Muslim.

Siswa Muslim mengikuti rangkaian Pesantren Ramadhan, sedangkan siswa non-Muslim mengikuti Bimbingan Rohani dan Keagamaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Dengan demikian, seluruh peserta didik tetap mendapatkan pembinaan spiritual secara bermakna, tanpa meninggalkan nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni dalam keberagaman.

Nilai-nilai universal yang ditekankan dalam seluruh kegiatan meliputi:

  • Kebersihan

  • Kedisiplinan

  • Kepedulian sosial

  • Toleransi

  • Akhlak mulia

Inilah wujud nyata pendidikan yang inklusif dan humanis.

Tujuan Kegiatan: Membentuk Generasi Berkarakter dan Menginspirasi

Tujuan Umum

Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, membentuk karakter religius dan berakhlak mulia, serta menumbuhkan sikap toleran dalam keberagaman melalui pembinaan spiritual yang terarah, inovatif, dan inklusif.

Tujuan Khusus

Kegiatan ini dirancang untuk:

  • Membimbing peserta didik memahami tata cara bersuci dan ibadah utama sesuai ajaran agama masing-masing.

  • Menanamkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah dan aktivitas harian.

  • Menguatkan pengendalian diri melalui puasa dan refleksi rohani.

  • Membiasakan interaksi dengan kitab suci sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

  • Menumbuhkan kepedulian sosial melalui kegiatan berbagi.

  • Membentuk karakter jujur, disiplin, dan bertanggung jawab.

  • Menanamkan nilai hidup rukun dalam keberagaman.

  • Mengembangkan potensi peserta didik di bidang keagamaan dan kreativitas.

  • Menguatkan sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua.

Tema Kegiatan

“Ramadhan Menguatkan Karakter, INSPIRASI dalam Iman dan Prestasi”

Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah gerak seluruh rangkaian kegiatan.

Bentuk Kegiatan Pesantren Ramadhan

1️⃣ Rangkaian Materi untuk Siswa Muslim

Materi disusun secara sistematis dan berjenjang, meliputi:

  • Taharah (Bersuci)

  • Ibadah Utama (Shalat)

  • Doa dan Dzikir

  • Puasa Ramadhan

  • Zakat dan Sedekah

  • Interaksi dengan Al-Qur’an

  • Pembentukan Akhlak

  • Sejarah Islam

  • Islam sebagai Rahmat bagi Semua

Materi tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga praktik langsung, diskusi, serta refleksi sederhana yang mudah dipahami anak-anak.

2️⃣ Syiar Syair Ramadhan (Lomba Keagamaan)

Untuk mengembangkan potensi dan keberanian siswa, diselenggarakan berbagai lomba bernuansa religius, seperti:

  • Pildacil (Pemilihan Dai Cilik)

  • Menghafal Asmaul Husna

  • Lagu Religi Islami

  • Lomba Hafalan Doa

  • Berbalas Pantun Ramadhan

  • Cerita Nabi

Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa.

3️⃣ Rangkaian Bimbingan Rohani untuk Siswa Non-Muslim

Peserta didik non-Muslim tetap mendapatkan pembinaan rohani melalui materi yang relevan dengan ajaran masing-masing, seperti:

  • Makna kebersihan dalam ajaran agama.

  • Ibadah utama dan kedisiplinan rohani.

  • Doa dan refleksi spiritual.

  • Pengendalian diri dan pembinaan karakter.

  • Kepedulian sosial dan kegiatan berbagi.

  • Membaca nilai moral dari kitab suci.

  • Keteladanan tokoh agama.

  • Hidup rukun dalam keberagaman.

Dengan pendekatan ini, seluruh siswa tetap merasa dihargai, diperhatikan, dan dibimbing secara adil.

Harapan Besar dari Kegiatan Ini

Melalui Pesantren Ramadhan dan Bimbingan Rohani Inklusif, SD Inpres 2 Gio berharap lahir generasi yang:

  • Religius namun tetap toleran.

  • Disiplin namun tetap rendah hati.

  • Berprestasi namun tetap berakhlak mulia.

  • Mampu hidup rukun dalam keberagaman.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang membentuk jiwa yang kuat, hati yang bersih, dan karakter yang kokoh.

Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar—mewujudkan generasi INSPIRASI yang benar-benar inovatif, inklusif, religius, dan menginspirasi.

Karena sejatinya, pendidikan terbaik bukan hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menguatkan iman dan membentuk karakter.

Saturday, February 7, 2026

TKA dan Sulingjar 2026: Apa yang Perlu Guru dan Sekolah Siapkan?

 

Info Grafis Pelaksanaan TKA dan Sulingjar 2026

Berandaguru.com. Tahun 2026 kembali menjadi momen penting bagi dunia pendidikan. Pemerintah resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 0505/B/F.F4/SK.02.02/2026 tertanggal 6 Februari 2026 yang mengatur pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). Bagi guru, kepala sekolah, hingga orang tua, kebijakan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga cerminan arah evaluasi pendidikan nasional yang semakin menekankan literasi, numerasi, dan kualitas ekosistem belajar. Lalu, apa saja isi penting surat edaran tersebut dan bagaimana dampaknya bagi sekolah? Berikut ringkasan lengkapnya.

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 memiliki landasan regulasi yang jelas dan berjenjang. TKA diselenggarakan mengacu pada:

Landasan Regulasi TKA

  • Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik

  • Kepmendikdasmen Nomor 95/M/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA

  • Keputusan Kepala BSKAP Nomor 59/H/M/2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan TKA

Kehadiran regulasi ini menunjukkan bahwa TKA bukan ujian sembarangan, melainkan instrumen evaluasi yang terstandar dan berorientasi pada pemetaan mutu pendidikan.

TKA Tahun 2026 dilaksanakan secara nasional dan mencakup hampir seluruh jalur pendidikan formal maupun nonformal.

Daftar Jenjang Peserta TKA

  • SD/MI/SDLB/Paket A/PKPPS Ula

  • SMP/MTs/SMPLB/Paket B/PKPPS Wustha

  • SMA/MA/SMALB/Paket C/PKPPS Ulya

  • SMK/MAK

Artinya, TKA tidak hanya menyasar sekolah reguler, tetapi juga satuan pendidikan kesetaraan dan layanan khusus.

Pemahaman jadwal menjadi kunci agar sekolah tidak tertinggal tahapan penting.

Jadwal TKA SD dan SMP

  • Pendaftaran: Januari–Februari 2026

  • Pelaksanaan utama: April 2026

  • TKA susulan: Mei 2026

Jadwal TKA SMA dan SMK

  • Pendaftaran: Agustus–September 2026

  • Pelaksanaan utama: Oktober–November 2026

  • TKA susulan: November 2026

Catatan: Jadwal rinci per jenjang dan wilayah dapat dilihat pada Lampiran 1 surat edaran.

Berbeda dengan ujian konvensional, TKA dirancang untuk mengukur kompetensi esensial yang dibutuhkan murid dalam kehidupan nyata.

Komponen Materi TKA

  • Literasi Membaca (Bahasa Indonesia)

  • Numerasi (Matematika)

  • Bahasa Inggris (khusus SMA/SMK)

  • Mata pelajaran pilihan (SMA/SMK)

  • Survei Karakter

  • Survei Lingkungan Belajar (untuk murid dan pendidik)

Pendekatan ini sejalan dengan semangat pembelajaran bermakna dan penguatan karakter.

Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) Tahun 2026

Sulingjar menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi nyata sekolah dari sudut pandang pendidik dan pimpinan satuan pendidikan.

Ketentuan Pelaksanaan Sulingjar

  • Peserta: Kepala satuan pendidikan dan pendidik

  • Jenjang: PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK

  • Waktu pelaksanaan: 3–31 Agustus 2026

Hasil Sulingjar diharapkan menjadi dasar perbaikan iklim belajar, manajemen sekolah, dan kebijakan pendidikan ke depan.

Ketentuan Khusus Pelaksanaan TKA

Pemerintah juga memberikan perhatian pada kondisi khusus di lapangan.

Kebijakan Afirmasi dan Kondisi Khusus

  • Sekolah dengan peserta disabilitas netra wajib menyediakan screen reader seperti NVDA atau JAWS

  • Peserta yang berhalangan mengikuti jadwal utama dapat mengikuti TKA susulan dengan melampirkan bukti dan melapor ke dinas/kementerian terkait

  • Peserta di daerah terdampak bencana dapat mengikuti TKA di lokasi dan waktu yang disesuaikan

Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah memastikan prinsip keadilan dan inklusivitas.

Pelaksanaan TKA di Luar Negeri

TKA 2026 juga menjangkau peserta didik Indonesia di luar negeri. Pelaksanaan TKA dilakukan di Sekolah Indonesia dan PKBM di berbagai negara, antara lain:  Arab Saudi, Malaysia, Singapura, Jepang, Mesir, Taiwan, Hongkong, Brunei Darussalam, dan negara lainnya (tercantum pada Lampiran 3).

Lebih dari sekadar tes dan survei, TKA dan Sulingjar 2026 adalah cermin untuk melihat sejauh mana sekolah telah menghadirkan pembelajaran yang bermakna. Guru, kepala sekolah, dan orang tua memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didik—bukan hanya agar siap diuji, tetapi agar siap belajar sepanjang hayat.

Di berandaguru.com, kami percaya bahwa informasi yang utuh dan mudah dipahami adalah langkah awal menuju pendidikan yang lebih baik. Mari kita siapkan sekolah, kelas, dan lingkungan belajar dengan lebih sadar dan kolaboratif.


Panduan Pelaksanaan TKA dan Sulingjar Tahun 2026

Thursday, February 5, 2026

Panduan OSN SMP/MTs/Sederajat 2026 Resmi Dirilis, Sekolah dan Siswa Perlu Bersiap Sejak Dini

Pendaftaran OSN SMP Tahun 2026


Berandaguru.com – Kabar baik bagi dunia pendidikan. Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) secara resmi merilis Panduan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang SMP/MTs/Sederajat Tahun 2026. Panduan ini menjadi pegangan utama bagi sekolah, guru, dan peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti ajang prestasi bergengsi di bidang sains.

OSN bukan sekadar lomba adu nilai. Lebih dari itu, OSN menjadi ruang belajar yang menumbuhkan daya nalar, ketekunan, kejujuran, dan karakter unggul peserta didik. Melalui proses seleksi yang berjenjang, siswa diajak belajar menghadapi tantangan, mengelola tekanan, dan menghargai proses.

Pada OSN SMP/MTs/Sederajat Tahun 2026, terdapat tiga cabang ajang yang dipertandingkan, yaitu:

  • Matematika

  • Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

  • Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Setiap satuan pendidikan dapat mengirimkan maksimal lima peserta terbaik per cabang ajang, hasil seleksi internal sekolah.

Pelaksanaan OSN dilakukan secara bertahap untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta didik di Indonesia. Tahapan tersebut meliputi:

  1. OSN Tingkat Sekolah (OSN-S)

  2. OSN Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K)

  3. OSN Tingkat Provinsi (OSN-P)

  4. OSN Tingkat Nasional, yang terdiri dari tahap Semifinal (daring) dan Final (luring)

Melalui sistem ini, peserta tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga kesiapan mental dan kedisiplinannya.

Panduan OSN 2026 menegaskan pentingnya peran sekolah dan guru dalam proses pembinaan. Sekolah tidak hanya bertugas mengirim peserta, tetapi juga menyiapkan ekosistem belajar yang sehat, jujur, dan mendukung tumbuhnya potensi siswa.

Guru pembimbing diharapkan mampu menjadi pendamping belajar yang memotivasi, bukan sekadar pelatih lomba. Karena pada akhirnya, pengalaman mengikuti OSN akan menjadi bekal berharga bagi peserta didik, terlepas dari hasil yang diraih.

Untuk menjaga keadilan dan kepercayaan publik, OSN 2026 dilaksanakan dengan sistem pengawasan berlapis, termasuk pengawasan silang dan pemanfaatan teknologi. Setiap pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari teguran hingga diskualifikasi.

Peserta terbaik di tingkat nasional akan memperoleh medali, sertifikat digital, dan uang pembinaan. Namun yang tak kalah penting, OSN menjadi sarana membangun kepercayaan diri, daya juang, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Dengan diterbitkannya panduan ini, diharapkan sekolah dan peserta didik dapat mempersiapkan diri lebih matang, tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter generasi pembelajar.

Download Panduan OSN SMP

Seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 Tingkat Sekolah Resmi Dibuka

Pendaftaran OSN SD 2026

Berandaguru.com – Seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2026 tingkat sekolah jenjang SD/MI/Sederajat resmi dibuka. Pelaksanaan seleksi tingkat sekolah (OSN-S) dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 28 Februari 2026 dan diikuti oleh peserta didik kelas IV dan V dari seluruh satuan pendidikan di Indonesia.

Olimpiade Sains Nasional merupakan ajang talenta nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai upaya menumbuhkan minat, bakat, dan prestasi peserta didik di bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sejak jenjang pendidikan dasar.

Pelaksanaan OSN dilakukan secara berjenjang, dimulai dari seleksi tingkat sekolah (OSN-S), seleksi tingkat kabupaten/kota (OSN-K), seleksi tingkat provinsi (OSN-P), hingga OSN tingkat nasional yang terdiri atas tahap semifinal secara daring dan final secara luring. Pada tahap OSN-S, setiap satuan pendidikan dapat menetapkan maksimal lima peserta terbaik per cabang ajang untuk mengikuti seleksi ke tingkat berikutnya.

Pendaftaran dan pengelolaan data peserta OSN Tahun 2026 dilakukan melalui laman resmi Pusat Prestasi Nasional di

Sehubungan dengan pelaksanaan OSN-S tersebut, Puspresnas mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk melakukan pendampingan dan pengawalan secara optimal terhadap peserta didik. Sekolah memiliki peran strategis dalam melaksanakan seleksi internal, pembinaan akademik, serta pembentukan karakter peserta agar siap berkompetisi secara jujur, sportif, dan berintegritas.

Selain itu, satuan pendidikan juga bertanggung jawab dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung, pengelolaan administrasi kepesertaan, serta memastikan seluruh peserta mematuhi ketentuan dan tata tertib yang berlaku selama pelaksanaan OSN.

Sebagai bagian dari upaya sosialisasi, Pusat Prestasi Nasional telah melaksanakan Sosialisasi dan Penjelasan Panduan Pelaksanaan OSN Tahun 2026 yang dapat diakses oleh satuan pendidikan dan masyarakat melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi pada tautan berikut:

Melalui Olimpiade Sains Nasional Tahun 2026, diharapkan dapat lahir generasi peserta didik yang unggul dalam penguasaan sains, memiliki karakter kuat, serta mampu berprestasi secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat budaya literasi dan prestasi di lingkungan sekolah.


Download PANDUAN OSN SD 2026