Tuesday, February 3, 2026

Seleksi Cabang Atletik Kids O2SN SD Tingkat Kecamatan Moutong Digelar, Ini Daftar Sekolah Terbaik

Peserta Seleksi Atletik Kids


Moutong – Seleksi cabang Atletik Kids dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kecamatan Moutong resmi dilaksanakan pada Selasa, 4 Februari 2024, bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Moutong Barat.

Kegiatan seleksi ini diikuti oleh perwakilan siswa dari seluruh sekolah dasar se-Kecamatan Moutong. Masing-masing sekolah mengirimkan peserta terbaiknya yang didampingi oleh guru pembimbing olahraga.

Seleksi Atletik Kids O2SN dibuka secara resmi oleh Ibu Maslin, selaku Pengawas Pembina SD Wilayah I Kecamatan Moutong. Dalam acara pembukaan tersebut, turut hadir seluruh kepala sekolah dasar se-Kecamatan Moutong sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan bakat dan prestasi olahraga siswa sejak usia dini.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Moutong, dengan tujuan menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili kecamatan pada ajang O2SN tingkat kabupaten.

Hasil Seleksi Atletik Kids O2SN Kecamatan Moutong

Kategori Putra

  1. SD Inpres Moutong Tengah

  2. SDN 3 Moutong

  3. SDN 2 Moutong

  4. SD Inpres Lobu Gio

  5. SDN 1 Tuladanggi

Kategori Putri

  1. SD Inpres Moutong Tengah

  2. SD Inpres Tuladanggi

  3. SDK Olonggata

  4. SD Inpres Raja Basar

  5. SDN 1 Tuladanggi

Seluruh siswa yang lolos seleksi akan mengikuti program pelatihan terjadwal sebelum dilakukan seleksi akhir. Dari hasil pembinaan tersebut, nantinya akan dipilih dua atlet putra dan dua atlet putri terbaik untuk mewakili Kecamatan Moutong pada O2SN tingkat Kabupaten.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas, meningkatkan prestasi olahraga siswa sekolah dasar, serta menjadi wadah pembinaan atlet sejak dini di Kecamatan Moutong.

Friday, January 23, 2026

KKG SD Kecamatan Moutong Gelar Analisis Tujuan Pembelajaran Berbasis ATP dan CP Terbaru

Sambutan Pengawas Pembina pada KKG Kecamatan Moutong 

MoutongKelompok Kerja Guru SD Kecamatan Moutong melaksanakan kegiatan analisis Tujuan Pembelajaran (TP) yang mengacu pada Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru. Kegiatan ini digelar selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Januari 2026, sebagai upaya penguatan kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran di sekolah dasar.

Kegiatan KKG tersebut dilaksanakan dengan pembagian peserta berdasarkan fase pembelajaran. Pada hari pertama, Kamis (22/1/2026), pertemuan diikuti oleh guru kelas 5 dan 6 yang berada pada Fase C. Selanjutnya, Jumat (23/1/2026), kegiatan diikuti oleh guru kelas 1 dan 2 (Fase A). Sementara itu, pada hari terakhir, Sabtu (24/1/2026), kegiatan diikuti oleh guru kelas 3 dan 4 (Fase B).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ibu Maslin, S.Pd Pengawas Pembina Wilayah 2 SD Selaku Plt sementara Kowril Moutong. Pembukaan kegiatan turut didampingi oleh Pengawas Pembina Wilayah 1 SD serta dihadiri oleh para kepala sekolah dasar se-Kecamatan Moutong.

Dalam sambutannya, Maslin menegaskan pentingnya pemahaman guru terhadap penyusunan Tujuan Pembelajaran yang selaras dengan ATP dan CP terbaru. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang baik akan berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar dan pencapaian kompetensi peserta didik di kelas.

Melalui kegiatan KKG ini, para guru diharapkan mampu menganalisis dan menyusun Tujuan Pembelajaran secara tepat sesuai karakteristik fase perkembangan peserta didik. Selain itu, forum KKG juga menjadi sarana kolaborasi, diskusi, dan berbagi praktik baik antarguru dalam mengimplementasikan kurikulum di sekolah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di Kecamatan Moutong serta memperkuat profesionalisme guru melalui pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Wednesday, January 21, 2026

Pemanfaatan CCTV di Sekolah: Ikhtiar Menjaga Keamanan dan Mutu Pembelajaran

Pemanfaatan CCTV di Sekolah (Sumber gambar: Piclumen)

Di tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan, sekolah dituntut tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Salah satu upaya yang kini banyak dilakukan adalah pemasangan CCTV di sekolah. Bagi sebagian orang, CCTV kerap dipandang sebagai alat pengawasan semata. Padahal, jika dimanfaatkan secara bijak, CCTV justru menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam menjaga proses pendidikan yang sehat dan bermartabat.

CCTV dan Keamanan Lingkungan Sekolah

Keamanan adalah fondasi utama pembelajaran. Dengan adanya kamera pengawas di area strategis seperti gerbang, halaman, dan koridor sekolah, potensi tindak kekerasan, perundungan, maupun pelanggaran tata tertib dapat ditekan. CCTV membantu sekolah bersikap cepat dan tepat ketika terjadi peristiwa yang membutuhkan klarifikasi.

Menumbuhkan Budaya Disiplin

Keberadaan CCTV secara tidak langsung menanamkan nilai disiplin. Siswa belajar bertanggung jawab terhadap sikap dan tindakannya. Guru dan tenaga kependidikan pun terdorong untuk menjalankan tugas secara profesional. Disiplin yang tumbuh bukan karena rasa takut, melainkan karena kesadaran bersama akan pentingnya ketertiban.

CCTV sebagai Sarana Refleksi Pembelajaran

Dalam konteks supervisi, CCTV dapat dimanfaatkan sebagai alat refleksi proses belajar mengajar. Kepala sekolah dapat melihat dinamika kelas secara objektif untuk kepentingan pembinaan. Pendekatan ini selaras dengan semangat peningkatan mutu, bukan untuk mencari kekurangan, melainkan memperkuat praktik baik yang sudah ada.

Transparansi dan Perlindungan Warga Sekolah

Tidak jarang muncul kesalahpahaman antara sekolah dan orang tua. Rekaman CCTV dapat menjadi bukti objektif untuk meluruskan informasi. Di sisi lain, CCTV juga melindungi guru dan siswa dari tuduhan yang tidak berdasar, sehingga tercipta rasa aman bagi semua pihak.

Etika dalam Pemanfaatan CCTV

Sekolah tetap harus menjunjung tinggi etika dan privasi. CCTV tidak dipasang di ruang pribadi seperti toilet atau ruang ganti. Sosialisasi kepada warga sekolah penting dilakukan agar keberadaan CCTV dipahami sebagai alat pendukung, bukan ancaman.

CCTV dan Digitalisasi Sekolah

Pemanfaatan CCTV merupakan bagian dari transformasi digital sekolah. Jika dikelola dengan baik dan terintegrasi dalam sistem manajemen sekolah, CCTV dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data serta memperkuat tata kelola pendidikan.

CCTV di sekolah bukan simbol ketidakpercayaan, melainkan wujud tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan bermakna. Dengan pendekatan yang bijak dan beretika, teknologi ini dapat menjadi sahabat sekolah dalam menjaga mutu pendidikan.

Saturday, January 17, 2026

Dikeroyok Massa Siswa di Jambi, Guru SMKN 3 Tanjab Timur Beri Klarifikasi Soal Video "Celurit"

Seorang guru di keroyok siswa (Ilustrasi)

Beranda Guru – Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara seorang guru dan puluhan siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Jambi, mendadak viral di berbagai platform media sosial sejak Selasa (13/1/2026). Insiden ini melibatkan seorang guru Bahasa Inggris bernama Agus Saputra yang menjadi korban pengeroyokan oleh siswanya sendiri.

Berdasarkan keterangan korban saat melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, peristiwa ini bermula saat jam pelajaran (sekitar pukul 09.00 - 10.00 WIB). Pak Agus mengaku ditegur oleh seorang siswa dengan kalimat yang dianggap tidak pantas.

"Dia menegur saya dengan kata-kata tidak sopan. Saya tanya siapa yang bicara begitu, dia mengaku dan menantang, akhirnya saya refleks menampar dia satu kali," ungkap Agus Saputra (14/1). Di sisi lain, beberapa siswa mengklaim bahwa ketegangan dipicu oleh perkataan guru yang dianggap menghina kondisi ekonomi siswa (perkataan 'miskin'), meski Pak Agus membela diri bahwa hal tersebut adalah bentuk motivasi umum.

Ketegangan berlanjut hingga jam istirahat. Meski sempat dilakukan mediasi di kantor sekolah, Pak Agus justru dikeroyok oleh sejumlah siswa dari kelas 1, 2, dan 3 saat berada di ruang kantor. Akibatnya, ia mengalami luka memar di punggung dan bengkak di tangan.

Terkait video viral yang memperlihatkan dirinya membawa celurit dan mengejar siswa, Pak Agus memberikan klarifikasi:

  • Alat Pertanian: Karena sekolah tersebut adalah SMK Pertanian, peralatan seperti celurit dan cangkul tersimpan di kantor.

  • Tujuan Gertakan: Ia mengaku mengambil celurit hanya untuk membela diri dan menggertak massa agar bubar karena ia terus dilempari batu dan merasa terancam keselamatannya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyatakan sangat menyayangkan kejadian ini. Ia mengonfirmasi bahwa masalah tersebut saat ini tengah ditangani oleh Dinas Pendidikan setempat dan aparat kepolisian melalui jalur mediasi.

"Masalah sudah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan setempat dengan pihak-pihak terkait," ujar Abdul Mu'ti pada Rabu (14/1/2026), menekankan pentingnya penyelesaian damai atau restorative justice.

Link Sumber Berita Terkait: