Menjaga Marwah Sang Guru: Refleksi dari Penghinaan terhadap SIS Aljufri
![]() |
PB Alkhairaat intruksikan lapor penghina Guru Tua (Sumber: sulteng.antaranews.com) |
Belum lama ini, dunia maya dikejutkan dengan beredarnya video yang berisi penghinaan terhadap sosok ulama kharismatik, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, atau yang lebih dikenal dengan Guru Tua. Insiden ini sontak memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, khususnya masyarakat Sulawesi Tengah dan keluarga besar Alkhairaat, organisasi yang didirikan oleh Guru Tua.
Penghinaan yang dilontarkan oleh seorang individu bernama Fuad Plered tersebut, dianggap sebagai tindakan yang tidak hanya mencoreng nama baik Guru Tua, tetapi juga melukai perasaan umat Islam, khususnya para santri dan alumni Alkhairaat. Guru Tua, yang dikenal sebagai tokoh pendidik dan pejuang, telah berjasa besar dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam di wilayah timur Indonesia.
Menanggapi insiden ini, berbagai pihak menunjukkan solidaritas dan kecaman keras. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, misalnya, menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan keji dan tidak beradab. Organisasi Alkhairaat pun bergerak cepat dengan melaporkan Fuad Plered ke pihak berwajib, dan menginstruksikan seluruh komisariat wilayah dan daerah untuk melakukan hal yang sama.
Tak hanya itu, tokoh-tokoh nasional seperti pimpinan MPR RI dan anggota DPD RI juga turut menyesalkan insiden ini, dan mendesak agar kasus ini segera diselesaikan secara hukum. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah pun turut mengecam, dan menyatakan bahwa narasi yang di lontarkan oleh Fuad Plered adalah narasi kebencian, dan memecah kerukunan.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, tentang pentingnya menjaga lisan dan menghormati tokoh-tokoh yang berjasa bagi bangsa. Di era digital ini, di mana informasi dapat menyebar dengan cepat, kita perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ujaran kebencian dan penghinaan, tidak hanya merugikan korban, tetapi juga dapat memicu konflik sosial.
Sebagai pendidik, kita memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Mari kita jadikan insiden ini sebagai momentum untuk memperkuat pendidikan karakter, dan menumbuhkan rasa hormat terhadap perbedaan.
Sumber Informasi Resmi:
- ANTARA News:
- Media Alkhairaat:
- Netiz.id:
- Potret Celebes:
Semoga ulasan ini bermanfaat untuk pembaca Beranda Guru.